Baik mari berlanjut untuk menuangkan rasa ke dalam kata. Sungguh ku kira perasaan ini bisa hilang dalam beberapa waktu dan hilang karena sekarang kita jauh dan beda negara. Ternyata ..dengan berat atau senang aku tak tau ku katakana tidak . Iya aku masih memikirkan tentang dia. Beberapa hari lalu dia bercerita untuk sudah menutup harap dengan teman ku. Entah kenapa dalam hati ku senang , tetapi aku tidak ingin egois hanya memikirkan perasaanku saja. Saat dia bercerita aku selalu meyakinkan dia untuk tetap bersabar dan percaya jika masih ada kesempatan (kataku yang sebenarnya hanya basa basi saja) Cerita itu tidak berlanjut ku lihat dia sudah tidak sedih lagi , baguslah pikirku . Ternyata cerita ini tidak berhenti disitu , beralih dengan topik lain dan dengan orang yang berbeda . Beda hari dia bercerita lagi , tentang sahabat lama nya katanya sekarang sahabatnya itu sedikit posesif , jujur serasa yaudahlah ya ikhlas saja . Bukan berarti aku harus memilikinya. Dan aku masih saja ...
Sempat kesal dengan diriku sendiri , bisa bisa nya aku terjebak dalam masalah seperti ini ? Whats wrong with you ? Singkat cerita penulis disini adalah seseorang yang circle pertemananya 80 persen adalah laki laki . Dan itu berlangsung sejak masa SMA . Banyak orang yang khawatir kadang kadang terdengar celometan quote dari sahabat cewe ku seperti ini hati hati tidak ada yang bisa bersahabat dengan lawan jenis terlalu lama , karena salah satu dari mereka akan jatuh cinta (terkecuali kamu ya Ra). Semangat sekali aku menimpali celotehan mereka iyaalah bener yakaali tenang mereka bakalan jijay kali tahu sifat asli ku . Apa itu friendzone .. ? tambahku dengan lugas. Datanglah suatu hari dimana saat itu aku mulai disadarkan , kenapa selama ini aku sibuk mencari seseorang yang sempurna dan terlalu sulit untuk ku gapai . akhirnya seharian penuh aku menghayati perasaan ku . hay tidakkah kamu coba pahami siapa orang yang selama ini ada untuk kamu . Bukankah tidak lain itu sahabatmu se...