Mengapa takut ?
Suatu hal yang selalu aku takutkan
dari jatuh cinta , yaitu perpisahan .
Semua tampak baik baik saja awalnya
, kita selau menyempatkan satu sama lain
dan saling mengerti .
Tapi aku tahu di balik semua ini tak da yang bisa merubah
takdir , ingatlah Allah maha membolak balik kan hati . Seseorang yang dlunya
sedekat nadi , bisa saja dengan mudah
menjadi jauh.
Entah kata orang kunci nya hanya
mengikhlaskan , tapi yang kutanyakan bukan perkara mengikhlaskan bahkan aku
sendiri kebingungan mencari arti dari kata ikhlas itu sendiri. Air mata itu tak
pernah berhenti menetes saat mengingatmu, iya aku tahu ini perkara rindu.
Sudahlah aku menyerah untuk
mengikhlaskan mu , aku hanya berpasrah pada waktu, biarkan semua ingatan ini
hilang berlalu, aku tak mau lagi berurusan dengan rindu.
Perpisahan ini , memang aku yang
salah , aku memaksamu untuk semua hal , aku tak pernah memahami perasaanmu ,
aku tahu , tapi yang tidak kau tahu begitu dalamnya cinta ini untukmu. Sudahlah
bagaimana aku bisa bersahabat dengan semesta , rupanya akupun tak bisa
bersahabat dengan diriku sendiri. Aku masih menolak untuk menerima.Air mata ini
sebagai saksi dari segala penolakan takdir.
Benar , hari ini saatnya berhenti.
Yang lebih sedih dari perpisahan
adalah ketika kita masih saling jumpa tapi dia pura pura tidak mengenal mu .Apa
salahku dari mencintaimu , apa salahku dari mengharap kasih sayangmu , aku
memang bukan wanita yang sempurna tapi aku mempunyai rasa yang tak kunjung reda
terhadapmu . Bisakah kita seperti sedia kala ? Apakah dengan kamu purapura
tidak mengenalku semua akan baik baik saja , terimakasih aku tau kamu tak hanya
sekedar pandai menyakiti.
Baik baik saja
Terkadang kita harus membohongi hati
nurani untuk tetap melanjutkan hidup, belajarlah berbohong pada dirimu iya
berbohong bahwasannya semua baik baik saja , abaikan air mata yang ingin jatuh
. tahan air mata itu , bilang kau tak perlu hadir aku baik baik saja.
Komentar
Posting Komentar