Kecewa
Entah
aku yang belum dewasa atau dia yang tidak perrnah mau tahu tentang keadaanku ..
terkadang hal itu yang membuatku semakin benci dengan suasana malam aku benci
untuk diam dan terus menunggu kedatanganmu ..Kedatangan ??? Kabar saja sulit
aku benci dengan semua ini aku ingin pergi berlalri dan menghilang karena aku
tak ingin KEMBALI DI KEHIDUPAN ini aku lelah untuk menjadi wanita yang diam ,
menunggu dan sendiri .. Memang aku menerima keadaanmu karna aku merasa akulah
yang salah disini jika ingin pergi harusnya dari dulu sebelum kita melakukan
hal itu hal yang selalu menjadi alasan aku tetap bersama mu meskipun dalam
kepalsuan ..
Aku
tak pernah menyesali kejadian itu atau lebih tepatnya belum -_- karena aku
selalu membutuhkan itu bahkan sebelum mengenalmu bukan berarti aku selalu ingin
memenuhi kebutuhan itu dengan setiap lelaki.. tapi aku hanya memenuhi kebutuhan
itu bersamamu dan sebenarnya bukan hanya itu alasanku bertahan itu semua karena
aku sudah berjanji untuk selalu bersama orang yang telah membuatku berbeda
membuatku menjadi seperti ini ..
Hal
yang kebetulan
Lama
tak ku buka sosial media yang dulu paling aku sukai dan aku update setiap hari
yaa facebook tak sengaja saat itu aku iseng untuk membuka akun ku biasa hanya
berisi notification dari grup grup yang ada tapi ada 1 inbox paling sahabatku
batinku saat ku buka ternyata bukan nama yang asing dan belum pernah ku dengar
sebelunya “Ir------“ dalam hati tiba tiba ada rasa senang entah kenapa begitu
aku memang wanita yang mudah kebawa perasaan . Percakapan itu berlanjut saling
cerita tapi masih kategori sebatas teman yaa hanya teman , anehnya saat tidak
ada balasan aku bingung sendiri ingin marah ingin bilang rindu tapiii aku Cuma
sekedar teman. Imajinasi ku terlalu tinggi untuk kedekatan ini aku berusaha
mengendalikan perasaanku tapi semakin ingin ku membiasakan tanpa kabar dari dia
semakin aku berusaha untuk selalu mengingatnya,Ya Allah apakah ini cinta ? aku
takut dan bencii jika itu memang benar benar perasaan sayang.
Terkadang
Malam itu beda dari biasanya semburat awan hitam tampak
seperti seseorang yang ingin menikam sangat mengerikan .. kemudian disusul
bersamaan dengan gemuruh angin yang membuat lamunan Naira tertuju pada masa
yang sangat silam saat itu dia msih berseragam putih biru yaa dia ingat betul
dia dulu sangat tertutup dengan siapapun bahkan setiap jam istirahat dia hanya menyibukkan diri untuk membaca novel
ciptaan Andrea Hirata sesekali dia pergi ke Perpus dan tak sengaja
membuang pandangan matanya ke bawah dia fokus melihat anak anak yang sedang
bermain basket tak henti hentinya dia memandang laki laki itu seseorang yang
dia kagumi hanya karna sering bertemu ketika pulang dia penasaran karna sampai
lulus pun belum tahu siapa nama lelaki itu dia hanya mengaguminya dalam diam.

Komentar
Posting Komentar